Salamat Datang Di Blog Kolaborasi Perguruan Tinggi Arsitektur: Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Gunadarma dan Universitas Pancasila Buat teman-teman Pemerhati Arsitektur dan Kota. Ayo gabung. Segera menyusul Universitas Mercubuana Jalan berikutnya ke Vietnam -Halong Bay

Friday, March 1, 2019

Kawasan Chew Jetty Penang Malaysia: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang

Memasuki Chew Jetty, kawasan wisata paling terkenal di Malaysia dan Asia Tenggara. sama dengan memasuki masa lalu. nelayan, kekumuhan, etnik china, kolonialisme dan kemiskinan. Lokasinya tidak jauh dari George Town, pusat Kota Penang. melintasi kawasan komersil Pecinan dan Little India. 

Chew Jetty adalah satu dari tujuh kawasan kampung klan nelayan China yang tetap terpelihara di Penang yaitu: Ong Jetty, Lim Jetty, Chew Jetty, Tan Jetty, Lee Jetty, New Jetty dan Yeouh Jetty.

Chew Jetty yang paling terkenal. Bukan sekadar permukiman kampung tapi juga kawasan komersil dan wisata. Chew Jetty, kini tercatat sebagai satu jejaring Kawasan Warisan Dunia (World Heritage Site)  dari Unesco. 


Kampung ini awalnya adalah permukiman Klan China. Pelarian dari Tiongkok akibat perang pada abad 18. Hidup mengapung terdampar di tepian laut. Pulau Penang. Mereka bertahan di tepian laut. Tak mampu membayar pajak untuk hidup merambah daratan. Kemiskinan memaksanya untuk hidup dalam kungkungan kawasan yang terpinggirkan. Dan memang begitulah hidup. Niscaya. Tak bisa ditolak. Hidup adalah kemandirian dan perjuangan. Bukan belas kasihan, pertolongan dan kepasrahan.

Secara fisik sesungguhnya kawasan ini tak ada yang menarik. Sebagaimana ciri permukiman tepian pantai di banyak kawasan di negara-negara yang lain. Kumuh. Sederhana. Natural. Gigih. Murni dan Rasional. Vernakular. Apa yang bisa dibanggakan? Tidak ada. Kecuali satu: Originalitasnya yang terpelihara. Dan disitulah letaknya. Darii situlah titik tolak skenario penataan kota. Ketajaman cara melihat yang melahirkan Konsep Kebijakan dalam Penataan kawasan: Mengubah tantangan menjadi peluang.

Chew Jety yang kumuh mengapung di atas lumput laut yang hitam. Kini  berbalik menjadi magnet kuat bagi kedatangan ratusan wisatan dari berbagai penjuru dunia. Sekedar untuk menikmati pola permukiman rakyat yang terdampar. Tradisi yang masih erat tersimpan dan cara meruang menantang hidup di atas lautan yang hingga kini tetap terpelihara secara turun temurun.

Kehidupan ekonomi kawasan meningkat. Chew Jetty jadi ikon kampung wisata. Orang datang menyelami ruang ingin membaca sejarah. Wajah budaya. Kehidupan sosial. Geliat ekonomi. Komersialisasi kawasan dan upaya membangkitkan wisata melalui keunikan dan konektivitas kawasan. Dan kebijakan ruang kota yang bertumpu pada eksplorasi kenyataan kehidupan masyarakat. Tampil dalam wajah aslinya. Rumah-rumah sederhana. Tiang-tiang kayu berumur ratusan tahun. Kehidupan budaya Cina yang kental dan kehidupan nelayan di atas laut serta tekad adaptasi dan hasrat ekspansi berjuang merambah daratan. Yang ratusan tahun diimpikan.


Kini, Klan masyarakat China yang kokoh terus tumbuh berkembang. Membentuk ruang-ruang yang tersegmentasi dalam zona aktivitas dan peruntukan yang lengkap beragam. Pelan-pelan para imigran merambah daratan membentuk rantai sindikasi kehidupan dalam skaala makro kawasan. Mereka yang datang mengapung dan terdampar. Menjadi raksasa yang menguasai perekonomian kota. Semua klan bersatu dan saling terhubung. Semua maju. Bersama-sama.-(RHF)

No comments:

Post a Comment