Salamat Datang Di Blog Kolaborasi Perguruan Tinggi Arsitektur: Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Gunadarma dan Universitas Pancasila Buat teman-teman Pemerhati Arsitektur dan Kota. Ayo gabung. Segera menyusul Universitas Mercubuana Jalan berikutnya ke Vietnam -Halong Bay

Tuesday, March 5, 2019

Wisata Kesehatan sebagai Peta Mental Kota Penang

Ambulan berjejer di pintu kedatangan Bandara Penang
Setelah turun dari bandara Penang jangan heran kalau di Terminal Gate nya tampak berderet-deret mobil Ambulans. Juga jangan kaget kalau penjaga restoran, penjaga konter-konter wisata, sekuriti dan sopir-sopir taksi selalu bertanya: Mau berobat? Sakit apa? Sudah pernah ke Rumah sakit apa? Dokter siapa? dan berbagai pertenyaan beruntun. Semua tentang kesehatan.


Sopir-sopir sudah paham betul siapa-siapa dokter terkenal di Penang. Apa spesialisasinya? berapa lama penyembuhannya? Bagaimana sistem pelayanan rumah sakitnya? Bahkan mereka juga tahu berapa tarif dokter. Berapa biaya perawatan. Biaya melahirkan, Biaya bayi tabung. Biaya tempat-tempat penginapan yang sesuai untuk pasien dan keluarganya selama di Penang. Mereka sangat bangga atas cara bagaimana rumah sakit Penang melayani pasien. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa Rumah Sakit Penang jarang sekali membiarkan pasien berlama-lama tinggal di ruang rawat inap dan membebani pasien dengan biaya kamar yang setara hotel. Rumah sakit lebih menyarankan pasien segera pulang. Kalau terpaksa pun pasien selalu diarahkan menginap di apartemen-apartemen yang bertebaran di sekitar rumah sakit. Type studio? Dua room? tiga room. Tinggal pilih.

Pemerintah Malaysia memang sengaja membuat kebijakan Kota Penang sebagai ikon Kota Wisata Kesehatan. Bukan saja dokternya. Rumah Sakitnya pun juga spesialis. RS khusus jantung, RS Khusus Diabetes, Khusus Ginjal, Khusus Bersalin dan lain-lain. Semua dokter didorong bekerja profesional tanpa perlu memikirkan beban hidup. Mereka dijamin Negara. Dengan imbalan sangat memadai. Tidak jarang dokter-dokter muda rumah sakit menempati rumah-rumah kelas atas di Kota Penang dengan mobil juga berkelas. Mereka rata-rata bereputasi internasional. Fokus pada pengembangan ilmu bidang kesehatan. Mereka melanglang buana. Hadir di forum-forum ilmiah kesehatan internasional. Mereka tak pernah mau ketinggalan. Sistem diagnosa, pengobatan dan peralatan-peralatan selalu baru dan tercanggih di masanya.

Pasien yang datang lebih banyak dari luar Malaysia. Mereka membiasakan menyebut para pasien yang datang berobat sebagai pelancong kesehatan. Mereka tidak suka menyebut para penderita dengan sebutan pasien. Mereka lebih memilih kata yang lebih menyembuhkan. "Wisatawan Kesehatan". 

Rekonstruksi bangunan heritage dan rumah sakit

Jumlah wisatawan kesehatan tertinggi dari Indonesia, mencapai 60%. Lainnya dari Negara-negara Asia Tenggara, Jepang, Cina, Taiwan, India, Pakistan, Afrika Selatan, Mesir bahkan Eropa dan Amerika. Rata-rata Wisatawan Kesehatan yang datang berkunjung ke Penang sekitar 1,5 juta orang di luar keluarga yang mengantar. Jumlah Rumah Sakit di Penang ada sekitar 15 Rumah Sakit Rujukan Internasional. Lihat Daftar Rumah Sakit di Penang. Dalam mengelola rumah sakit mereka juga bekerja sama dengan agen-agen di berbagai Negara dengan syarat yang sangat mudah.

Tahukah? Bagaimana dampak yang ditimbulkan dengan kebijakan ini bagi Kota Penang? Kota Wisata Kesehatan? Kota Penang jadi hidup. Hotel-hotel selalu penuh apalagi di hari libur. Pasar dan pertokoan ramai. Restoran-restoran berkembang dan siap dengan menu andalan tradisional Melayu, India Arab dan China. Bisnis transportasi online sangat menguntungkan. Rata-rata mobil yang digunakan baru. Mobil produk Malaysia sendiri. Proton. 

Kota Penang. Kecil. Tua. Renta. Tertata. Rapi. Program revitalisasi sangat jelas dan antusias. Daerah-daerah baru dirancang dengan konsep KDB rendah. Bangunan sempadan lebar. Arsitekturnya sangat khas Penang. Perpaduan melayu dan kolonialisme Inggris raya. Bangunan modern tidak tampak menyolok. Jarang bangunan dengan penggunaan kaca-kaca penuh. Hampir tak ada bangunan berbahan pembungkus. Cladding seperti Aluminium Composite Panel. Kota Penang taat azas. Iklim Tropis. Panas menyengat dan lembab. Pohon-pohon besar sangat terhormat. Dijaga dengan ketat. Namun penanaman pohon-pohon jarang di pusat kota lama seperti di George Town, Littele India dan di sekitar China Town. Pusat kota tampak gersang menyengat.
Bangunan tinggi hotel, kota  dan transportasi publik dihidupi ikon kesehatan
Pulau Penang. Malaysia. Kota Wisata Kesehatan. Sangat mengena. Tiap yang datang lalu ingin kembali. Ingin memeriksakan kesehatan. Ketika Foto-foto di Penang saya share di Instagram. Mereka kasih komentar. Bertanya: Ke Penang ya Bro? Siapa yang sakit? Sambil kubalas bahwa sekedar melancong. Sama seperti ketika saya tukar uang ke money changer. Tak sengaja ketemu teman mau tukar ringgit juga. Dia bertanya. Mau kemana? Ke Penang jawab saya. Siapa yang sakit? Penang Kota Wisata Kesehatan. Betul-betul telah menjadi Peta Mental Kota ke seluruh dunia. Bukan anda saja. Kota butuh karakter. Butuh status. Butuh Narcis. Ikon. Cognitive Map. Karena dari situlah imaji kota memancar. Menyelimuti makanan, Memayungi becak, Membangkitkan penginapan. Mengais Ringgit. Menghidupkan budaya. Dan Menggaung. Memantul-mantul ke dinding-dinding dunia. Itulah Penang. Tak ada yang lain. Maka jangan remehkan Sihir Kata-kata. Jangan  percaya Shakespeare yang meremehkan kata...Apalah arti sebuah nama? Mungkin beliau menyesal setelah lihat Penang..!! (RHF)

No comments:

Post a Comment