Salamat Datang Di Blog Kolaborasi Perguruan Tinggi Arsitektur: Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Gunadarma dan Universitas Pancasila Buat teman-teman Pemerhati Arsitektur dan Kota. Ayo gabung. Segera menyusul Universitas Mercubuana Jalan berikutnya ke Vietnam -Halong Bay

Wednesday, March 6, 2019

Kawasan George Town, Penang: Konservasi Kota yang Masif

Becak transportasi wisata masa lalu dan kini
George Town, adalah kawasan kota lama Penang yang sangat terpelihara. Kawasan Pecinan masa lalu. Hingga kini. Deretan bangunan khas China berjejer-jejer membentuk lajur-lajur lorong perdagangan yang rapi. Di lantai bawah adalah toko-toko dan restoran. Di lantai atas hunian. Konsep aktivitas paduan antara berhuni dan berdagang. Kini konsep ini dikenal sebagai Ruko. Rumah Toko. 


Jalan-jalan di George Town dirancang satu arah. Jalannya sempit. Bagaikan lorong-lorong panjang tempat orang lalu lalang sambil melihat barang dagangan terpajang. Di etalase-etalase kaca yang menyapa. Seluruh lorong dilengkapi trotoar beratap. Setback bangunan dari jalan. Membentuk jejeran kolom-kolom tua. Penuh ornamen arsitetural, Dupa sembahyang, nama-nama toko dan seringkali tempelan-tempelan iklan yang berjejal-jejal

Arcade dan kolom dupa sembahyang
Bangunan-bangunan toko hunian ini sudah renta. Usianya mungkin sudah ratusan tahun. Lantainya sangat figuratif. Kaya motif. Warna-warni. Ornamental. Pintu-pintu nyaris seragam. Jendela di bagian atas empat daun. Dua keluar dan dua ke dalam. Tampaknya tak ada yang berubah. Sangat kuno. Tembok bangunan tebal. Bergelombang. Penuh dengan garis-garis benangan yang rumit. Semuanya satu nafas. Paduan arsitur Melayu, Cina, Kolonialisasi Eropa.

Motor kuno
Konservasi kawasan heritage George Town. Total, menyeluruh dan utuh. Berjalan di George Town bagaikan berjalan ke masa lalu. Kecuali mobil-mobil yang sudah masa sangat kini. Motor-motor yang berkeliaran pada umumnya produksi tahun 70 an. Motor bebek. Yamaha dan Honda. Lusuh, pudar, karat adalah pemandangan yang lazim. Becak berhias kembang, beratap payung terbuka lalu lalang di keriuhan wisatawan. Semua atribut itu makin menegaskan kekunoan kota. Lampion bergelantungan menghujani langit jalan dan langit-langit restoran china. Paduan warna coklat, kuning dan merah dominan melapis dinding-dinding, langit-langit, pintu-pintu dan jendela-jendela bangunan. Meja-meja bundar lapis marmer, kursi rotan berukir dan seluruh perabot restoran masih tetap kuno. Sendok, piring dan menu makanannya kuno. Cara masaknya juga kuno.

Lampion di langit kota
Kekunoan. Warisan Bangunan tua dan wajah masa lalu kota adalah seperangkat aset yang sengaja dibina, dipelihara untuk didemonstrasikan, Lembar-demi lembar digali setiap halamannya. Didalamnya menyimpan historia. Menyimpan budaya. Menyimpan sisa kehidupan. Menyimpan aneka rasa: duka, luka dan cita bahagia dan seluruh romantika yang mengelana melalui jejak-jejaknya. Yang tak bisa diraih, tak bisa dihimpun tak bisa dikenang kecuali dengan melestarikannya. Kawasan George Town, Penang telah merengkuhnya dalam totalitas konservasi yang masif. Pemerintah, pemilik bangunan dan seluruh masyarakat  bergotong royong memanggulnya untuk satu kredo: "wisata kota tua" yang diburunya melalui pengakuan Unesco. Untuk dijual dan untuk satu tujuan meraih sejahtera. Secara bersama-sama. Kota baginya adalah miliknya. nenek moyangnya. tubuhnya. Didalamnya mereka hidup dan berjuang. Didalamnya mereka tumbuh dan berkembang. Dari dulu, kini dan masa datang...(RHF)
Perabot kuno restoran
Restoran Khas China

Bangunan-angunan kuno

Tua, renta dan lusuh.

No comments:

Post a Comment